Kembali ke Berita Kabarmu

Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir Ingatkan Pentingnya Iman, Akhlak, dan Kepedulian terhadap Alam

Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir Ingatkan Pentingnya Iman, Akhlak, dan Kepedulian terhadap Alam

SUKOHARJO – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., mengajak jamaah dan santri Pondok Pesantren Imam Syuhodo untuk membangun kehidupan yang harmonis dengan Allah dan alam. Pesan tersebut disampaikan dalam ceramah pada rangkaian Milad ke-32 Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Selasa, 25 Agustus 2026.

SUKOHARJO – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., mengajak jamaah dan santri Pondok Pesantren Imam Syuhodo untuk membangun kehidupan yang harmonis dengan Allah dan alam. Pesan tersebut disampaikan dalam ceramah pada rangkaian Milad ke-32 Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Selasa, 25 Agustus 2026.

Dalam ceramahnya, Dr. KH. Tafsir menekankan bahwa kehidupan beragama tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah, tetapi juga bagaimana manusia membangun hubungan yang baik dengan alam dan kehidupan di sekitarnya.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan tentang pentingnya membangun kesadaran tersebut. Salah satunya terlihat dari kebiasaan Rasulullah ketika bangun pada sepertiga malam terakhir. Selain melaksanakan ibadah, Rasulullah juga merenungkan kebesaran Allah melalui penciptaan langit dan bumi.

Dari keteladanan tersebut, Dr. KH. Tafsir menjelaskan bahwa manusia perlu membangun harmoni dengan Allah sekaligus harmoni dengan alam. Hubungan dengan Allah diwujudkan dengan menaati perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, berzikir, dan memperbanyak ibadah. Sementara hubungan dengan alam diwujudkan melalui kepedulian serta upaya menjaga kelestariannya.

“Manusia adalah alam kecil yang di dalamnya terdapat alam besar,” menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Dr. KH. Tafsir. Ia menjelaskan bahwa manusia memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap alam. Air, oksigen, mineral, dan berbagai unsur kehidupan lainnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Karena itu, ketika alam mengalami kerusakan, manusia juga akan merasakan dampaknya. Menjaga lingkungan, menurutnya, bukan sekadar persoalan sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia sebagai makhluk Allah.

Selain membahas hubungan manusia dengan Allah dan alam, Dr. KH. Tafsir juga memberikan perhatian terhadap pendidikan sejak dini. Ia menjelaskan bahwa pendidikan manusia sebenarnya telah dimulai jauh sebelum seorang anak memasuki sekolah maupun pesantren.

Menurutnya, rahim ibu merupakan ruang pendidikan pertama bagi manusia. Ibu memiliki posisi penting dalam memberikan pendidikan awal kepada anak, sebagaimana prinsip al-ummu madrasatul ula, bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi anak.

Karena itu, pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada lembaga pendidikan. Keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.

Dr. KH. Tafsir juga mengingatkan pentingnya memberikan lingkungan yang baik sejak awal kehidupan anak. Nilai-nilai agama, kalimat-kalimat yang baik, zikir, serta bacaan Al-Qur'an dapat menjadi bagian dari upaya membangun suasana pendidikan yang positif.

Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga proses membentuk manusia yang memiliki iman, akhlak, kepedulian, dan tanggung jawab.

Melalui ceramah tersebut, Dr. KH. Tafsir mengajak para santri untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Keimanan kepada Allah harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Pesan tersebut sekaligus memperkuat peran Pondok Pesantren Imam Syuhodo sebagai lembaga pendidikan dan kaderisasi Muhammadiyah. Pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak, kepedulian sosial, serta mampu memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.

Bagikan: